banner 728x250

DUA HOTEL LEGENDARIS Menggugat Pengembangan BITC

banner 120x600
banner 468x60

 

KUTA – Provinsi Bali, nusantarabersahabat.com :

banner 325x300

Jum at, 28 November 2025 – Dinamika pembangunan pariwisata di kawasan strategis Badung kembali memanas.
Dua entitas perhotelan terkemuka, Hotel Heritage dan Hotel Kutabex, secara resmi mengajukan keberatan mendesak terhadap proyek pengembangan yang dijalankan oleh PT. BITC.

Puncak ketidakpuasan ini terungkap dalam sebuah inspeksi lapangan yang melibatkan sejumlah instansi pemerintah daerah pada Kamis siang (27/11/2025).

Aksi inspeksi mendadak ini dilakukan oleh gabungan tim dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Dinas Pariwisata, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Fokus utama inspeksi berada di lokasi pembangunan yang berdampingan langsung dengan Hotel Heritage dan Hotel Kutabex.

Perwakilan resmi dari Hotel Heritage dan Hotel Kutabex, Desy Natalia, S.H., M.M., CPS, bersama Hady Sujatmiko, S.H., mengajukan keberatan secara tertulis dan pemerintah merespon sebagai pengaduan masyarakat yang ditindak lanjut dalam bentuk Inspeksi Insidentil pada tanggal 27/11/2025 secara eksplisit.

” Desy Natalia menyampaikan kekecewaan mendalam atas diskrepansi informasi yang diterima.

“Kami sangat kecewa karena informasi awal yang disosialisasikan adalah proyek Laboratorium Universitas Udayana.

Namun seiring berjalan nya waktu fakta di lapangan saat ini justru menjadi pembangunan Hotel Mercure Extension,” ungkap Desy Natalia dengan nada prihatin dan perubahan peruntukan proyek secara cepat dan mendadak ini memicu kekhawatiran serius akan dampak lingkungan, estetika kawasan, persaingan bisnis yang tidak setara dan ancaman pengurangan karyawan yang bergantung hidup pada kedua hotel legendaris ini tanpa disadari pasti berdampak kepada bertambahnya tingkat pengangguran jika benar itu terjadi.

kita membuka lapangan pekerjaan bagi para pekerja lalu jika terjadi dampak adanya pengurangan karyawan siapa yang akan bertanggung jawab?,”imbuh perwakilan dari Hotel Kutabex dan Hotel Heritage.

Pihak Hotel Heritage dan Hotel Kutabex meminta perhatian khusus dari pemerintah daerah atas dampak yang ditimbulkan oleh pembangunan tersebut.

Desy Natalia menekankan pentingnya mengedepankan harmonisasi dan kerukunan bertetangga sebagai prinsip utama agar citra pariwisata daerah khususnya di wilayah Kuta – Badung tetap terjaga dan kondusif.

Saat menyinggung regulasi, Desy menyatakan bahwa secara yuridis merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) No. 5 Tahun 2021 yang tidak secara eksplisit memerlukan penyandingan (musyawarah dengan tetangga), sebagai warga negara indonesia yang baik pihaknya tetap mengedepankan etika berbisnis dan kerukunan sebagai tetangga.

“Sudah adanya pertemuan dan diskusi dengan owner kami tetapi setelah beberapa kali pertemuan ada nya pengajuan revisi dari pihak owner kami yang seolah disetujui pihak BITC dari pihak owner kami meminta gambar revisi difinalisasi tetapi belum pernah finalisasi gambar tersebut sebagai bukti kesepakatan bersama dan di tanda tangan oleh pihak owner kami sebagai bentuk musyawarah dan mufakat yang telah dilakukan.

Jika dirasa proyek BITC memiliki deadline berikan saja batasan waktu untuk penanda tanganan kesepakatan tersebut jangan main tabrak seperti ini dan malah kembali ke rencana awal mereka mengenai konstruksi pembangunan tersebut dengan alasan hasil revisi tidak di tanda tangan faktanya tidak seperti itu,”tegas Desy saat diwawancara Awak Media.

“Kami sampaikan kepada pihak Mercure, jika kita mengacu kepada PP No. 5 Tahun 2021 yang menyebutkan tidak perlu penyanding, kami tegaskan bahwa kami tetap mengedepankan harmonisasi antara hidup rukun bertetangga. Jadi, ini lebih ke etika berbisnis,” tegas Desy.

Isu pembangunan ini semakin kompleks setelah adanya kedatangan DPRD Kabupaten Badung ke lokasi.

Saat Dewan menanyakan langsung kepada pihak Hotel Mercure perihal apakah pembangunan di antara Hotel Heritage dan Hotel Kutabex memiliki koneksi dengan Hotel Mercure, jawabannya adalah negasi (tidak ada). Pada faktanya saat ini menjadi Hotel Mercure Extention.

Menyikapi polemik ini, Desy Natalia menyampaikan harapan besarnya kepada institusi negara.

“Keberatan kami ke PT. BITC ini adalah Bentuk Pengaduan kami sebagai Masyarakat Maka dari itu, pemerintah dapat mengayomi seluruh warga negara yang memang memiliki keluhan,” ujar Desy, menyoroti peran vital pemerintah sebagai regulator dan penengah.

Sebagai penutup, perwakilan dari Hotel Kutabex dan Heritage menyatakan bahwa mereka kini menunggu hasil inspeksi insidentil sebagai bentuk tindak lanjut konkret dari inspeksi gabungan ke 5 (lima) instansi yang telah berlangsung hari ini” pungkas Desy Natalia, S.H., M.M., CPS.

Reporter : Redaksi Pusat

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

news-0112

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

4020

4021

4022

4023

4024

4025

4026

4027

4028

4029

4030

4031

4032

4033

4034

4035

4036

4037

4038

4039

5046

5047

5048

5049

5050

5051

5052

5053

5054

5055

5061

5062

5063

5064

5065

5066

5067

5068

5069

5070

8076

8077

8078

8079

8080

8081

8082

8083

8084

8085

4055

4056

4057

4058

4059

3126

3127

3128

3129

3130

3131

3132

3133

3134

3135

8051

8082

8113

8144

8175

4090

4091

4092

4093

4094

4095

4096

4097

4098

4099

5036

5037

5038

5039

5040

5071

5072

5073

5074

5075

4100

4101

4102

4103

4104

4105

4106

4107

4108

4109

4110

4111

4112

4113

4114

4115

4116

4117

4118

4119

5026

5027

5028

5029

5030

5031

5032

5033

5034

5035

5076

5077

5078

5079

5080

5081

5082

5083

5084

5085

8041

8042

8043

8044

8045

8046

8047

8048

8049

8050

5001

5002

5003

5004

5005

5006

5007

5008

5009

5010

5011

5012

5013

5014

5015

5056

5057

5058

5059

5060

5086

5087

5088

5089

5090

5091

5092

5093

5094

5095

5016

5017

5018

5019

5020

5021

5022

5023

5024

5025

5096

5097

5098

5099

5100

8001

8002

8003

8004

8005

8006

8007

8008

8009

8010

8011

8012

8013

8014

8015

8016

8017

8018

8019

8020

8021

8022

8023

8024

8025

8026

8027

8028

8029

8030

8031

8032

8033

8034

8035

8036

8037

8038

8039

8040

news-0112