banner 728x250

Sejauh Mana Idiologi Liberal dan Kapitalis Menggeser Pancasila Sebagai Falsafah Idiologi Serta Dasar Negara

banner 120x600
banner 468x60

DENPASAR, nusantarabersahabat.com :

Seminar nasional, dengan tema Meneguhkan Persatuan Melalui Pemilu dan Kaji Ulang UUD NRI 1945 : Sebuah Diskursus Kritis, Kamis 10 Juli 2025.

banner 325x300

Seminar sekaligus diskusi, terkait Panel kerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum ( KPU), Asosiasi Ilmu Politik Indonesia ( AIPI) Universitas Warmadewa, Universitas Indonesia (UI) dan Forum Komunikasi Purnawirawan TNI-Polri.

Kegiatan seminar serangkaian diskusi tersebut diselenggarakan di Aula Ajnadewi Lantai 5 Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa jalan Terompong Nomor 24, Sumerta Kelod, Denpasar Timur

Sinergi dalam membangun integritas bangsa merupakan upaya seluruh elemen masyarakat, KPU, perguruan tinggi, Universitas Warmadewa untuk mewujudkan kesatuan dan persatuan serta keselarasan dalam mencapai tujuan bersama, yaitu kejayaan bangsa.

Kegiatan diskusi dengan mengusung tema meneguhkan persatuan melalui Pemilu dan kaji ulang UUD NRI 1945, diskursus kritis, menghadirkan narasumber: Prof.Dr.Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si.,Guru besar Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Warmadewa.

Dr. Alfitra Salamm APU, ketua umum AIPI ( Akademisi Ilmu Pengetahuan Indonesia) pusat Reni Suwarno Ph.D., Dosen UI ( Universitas Indonesia) I Dewa Agung Gede Lidartawan S.TP, M.P, Ketua KPU( Komisi Pemilihan Umum)Bali
Letjen TNI (purn) Bambang Darmono Sekjen FOKO ( Forum Komunikasi Purnawirawan TNI-Polri), dipandu moderator, Drs.I Nyoman Wiratmaja M.Si., Dosen FISIP Universitas Warmadewa

Terlebih lagi, kegiatan langsung dibuka wakil rektor lll Universitas Warmadewa (UNWAR) Dr.Nyoman Sujana SH.,H.Hum

Dalam pemaparannya, Rektor universitas Warmadewa, diwakili Nyoman Sujana, menyambut baik terselenggaranya seminar yang merupakan kolaborasi antara KPU RI, AIPI Pusat, Universitas Indonesia, Forum Komunikasi Purnawirawan TNI-POLRI.

Atas terwujud nya kegiatan dan terlibatnya kampus-kampus seluruh Indonesia, utama program studi ilmu pemerintahan, fakultas ilmu sosial dan ilmu politik universitas Warmadewa, papar wakil rektor lll Drs.I Nyoman Wiratmaja M.Si.

Mengingat diskusi ini bertujuan mengawal demokrasi dan menyumbangkan pemikiran ontentik dan kritis terhadap isu-isu Fundamental kebangsaan.

Terlebih lagi, Senin 19 Mei 2025, mahkamah kontitusi mengeluarkan putusan yang sangat Fenomenal, dimana dalam putusan nya MK menyatakan ketentuan pemilu serentak, pemilu 5 kotak, pemilu DPR, DPD, Presiden dan Wakil Presiden, DPRD dan Pemilukada wajib diselenggarakan secara terpisah, dengan rentang waktu 2 tahun dan maksimal 2,5 tahun setelah pelantikan nasional, tambahnya.

Sedangkan disisi lain Undang – undang dasar Republik Indonesia tahun 1945 sebagai konstitusi tertinggi telah mengalami empat kali amandemen, namun berbagai kalangan menilai bahwa sudah saatnya dilaksanakan kaji ulang yang menyeluruh dan efektif.

tujuannya bukan untuk mengingkari reformasi tetapi untuk lebih menyempurnakan arah demokrasi konstitusional, agar senantiasa berpihak terhadap persatuan, keadilan sosial dan kedaulatan rakyat yang sejati.

Untuk itu, mari kita bangun azas demokrasi, bukan agenda politik sesaat melainkan yang berbasis ilmu pengetahuan dan kepentingan Jaka panjang sangat perlu dipertimbangkan secara maksimal.

Melalui seminar ini kita berharap lahir gagasan, kristis Argumentatif, dan konstruktif yang mampu memberikan masukan terhadap demokrasi di Indonesia jauh lebih baik, pungkasnya.

Narasumber Kaynote Speech Letjen TNI (purn) Bambang Darmono, menyatakan, naskah akademik ini merupakan output dari FGD ( Focus Group Diskusion) di selenggarakan dikampus Universitas Indonesia, Universitas Samratulangi Manado, Universitas Buana Perjuangan Karawang, dan Universitas Gajah Mada Yogyakarta, yang bertemakan tela,ah 25 tahun implementasi Pancasila pasca reformasi.

Hal tersebut, secara sadar kami lakukan sejak tahun 2023, untuk mengajak kita semua membumikan Pancasila di bumi Pertiwi untuk mencapai Indonesia emas tahun 2045.

Sebagai anak bangsa kami disadarkan bahwa melalui seminar ke 4 FGD tersebut, bahwa Pancasila baik secara Falsafah,Idiologi, dan dasar negara tidak lagi membumi dibumi Nusantara ini, tegasnya.

Tak hanya itu, justru secara sistematis, perlahan tetapi pasti, Idiologi liberal dan kapitalis telah menggeser Pancasila sebagai falsafah ideologi serta dasar bernegara dari tanah kelahirannya yaitu Indonesia.

Patut disadari, adalah fakta dan realita yang sedang berlangsung di bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, bahwa Pancasila memudar dari status nya sebagai falsafah atau pandangan hidup yang disebut oleh bung Karno sebagai filosofi Drones Slas .

Lanjutnya, sebagai falsafah Pancasila seharusnya menjadi penuntun prilaku warga negara dan masyarakat, namun realitanya gaya hidup sedang bermeta morfosis menuju gaya hidup liberal dan gaya hidup kapitalis, pungkasnya.

Hal senada dipaparkan narasumber,
Prof. Dr. Drs. Anak Agung Gede Oka Wisnumurti M.Si., Guru besar tetap Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Warmadewa, menyoroti tentang, Indonesia saat ini.

Kita bicara tentang 280 juta rakyat, yang masuk dalam kategori terbesar ketiga didunia untuk berdemokrasi. Bagaimana kita bangun demokrasi yang sesungguhnya, maka peran struktural dan peran kultural,

Kalau kita bicara Indonesia , maka kita bicara dari Sabang sampai Merauke, antara satu dengan yang lain memiliki karakter dan budaya yang berbeda, yang di dalamnya ada semangat kebersamaan atau gotong royong, hampir semua oleh pitisme.

Sementara itu, nilai nilai demokrasi, cenderung muncul sebagai individualis, ini merupakan persoalan sebenarnya sangat krusial. Kenapa kita susah, sebab kita nabrak budaya, jelasnya.

Kita bicara demokrasi,Namun demokrasi yang kita pahami sering menghujat dan mengganggu orang, tidak beretika, mengganggu ketertiban, sementara kita tidak mau diganggu, tapi kita sering mengganggu orang,ungkapnya

Oleh sebab itu, kalau kita tidak mau diganggu ya jangan mengganggu, mari saling menghargai dan menghormati. Diumpamakan, kalau mau menjerat orang, tetapi dengan cara-cara yang tidak etik, bicara etik itu abstrak atau individu didalam diri masing -masing.

Sedang etik kalau kita normalkan akan menjadi aturan, lalu kita bisa menjadikan lembaga etik , tanda kutip kalau kita tidak beretika, lembaga etika ini untuk menjerat orang dari sisi etik dengan cara tidak etis, ujarnya.

Mari kembali ke nilai-nilai dasar atau undang -Udang dasar yang merupakan hukum tertinggi.
Pihaknya pun sepakat kalau MPR merupakan lembaga tertinggi negara.

ia merupakan representatif keterwakilan rakyat dan keterwakilan daerah sebagai bentuk penghormatan terhadap adat dan budaya dari Sabang sampai Merauke, pungkasnya

Sedangkan menurut ketua umum AIPI ( Akademisi Ilmu Pengetahuan Indonesia) pusat Prof. Alpitra Salamm APU, bahwa saat ini persoalannya poltik adalah uang dan bansos, jadi saat ini pemilu jujur adil dan beretika, realita dilapangan susah kita temukan.

Tak berlebihan saat ini Indonesia sedang dilanda krisis politik dan krisis etika. Lebih populer, kekurangannya Indonesia adalah politik yang beretika, tegas Prof. Alpitra Salamm

Reporter : Redaksi Pusat

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

news-1601

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

ayowin

mahjong ways

judi bola online

mahjong ways 2

JUDI BOLA ONLINE

maujp

maujp

sabung ayam online

maujp

maujp

maujp

maujp

MAUJP

sabung ayam online

mahjong ways slot

sbobet88

live casino online

Situs Agen Togel

MAUJP

sv388

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

118000111

118000112

118000113

118000114

118000115

118000116

118000117

118000118

118000119

118000120

118000121

118000122

118000123

118000124

118000125

118000126

118000127

118000128

118000129

118000130

118000131

118000132

118000133

118000134

118000135

118000136

118000137

118000138

118000139

118000140

118000141

118000142

118000143

118000144

118000145

118000146

118000147

118000148

118000149

118000150

118000151

118000152

118000153

118000154

118000155

128000121

128000122

128000123

128000124

128000125

128000126

128000127

128000128

128000129

128000130

128000131

128000132

128000133

128000134

128000135

128000136

128000137

128000138

128000139

128000140

128000141

128000142

128000143

128000144

128000145

128000146

128000147

128000148

128000149

128000150

128000151

128000152

128000153

128000154

128000155

128000156

128000157

128000158

128000159

128000160

128000161

128000162

128000163

128000164

128000165

138000101

138000102

138000103

138000104

138000105

138000106

138000107

138000108

138000109

138000110

138000111

138000112

138000113

138000114

138000115

138000116

138000117

138000118

138000119

138000120

138000121

138000122

138000123

138000124

138000125

138000126

138000127

138000128

138000129

138000130

148000136

148000137

148000138

148000139

148000140

148000141

148000142

148000143

148000144

148000145

148000146

148000147

148000148

148000149

148000150

148000151

148000152

148000153

148000154

148000155

148000156

148000157

148000158

148000159

148000160

148000161

148000162

148000163

148000164

148000165

168000106

168000107

168000108

168000109

168000110

168000111

168000112

168000113

168000114

168000115

168000116

168000117

168000118

168000119

168000120

168000121

168000122

168000123

168000124

168000125

168000126

168000127

168000128

168000129

168000130

168000131

168000132

168000133

168000134

168000135

178000121

178000122

178000123

178000124

178000125

178000126

178000127

178000128

178000129

178000130

178000131

178000132

178000133

178000134

178000135

178000136

178000137

178000138

178000139

178000140

178000141

178000142

178000143

178000144

178000145

178000146

178000147

178000148

178000149

178000150

178000151

178000152

178000153

178000154

178000155

178000156

178000157

178000158

178000159

178000160

178000161

178000162

178000163

178000164

178000165

188000196

188000197

188000198

188000199

188000200

188000201

188000202

188000203

188000204

188000205

188000206

188000207

188000208

188000209

188000210

188000211

188000212

188000213

188000214

188000215

188000216

188000217

188000218

188000219

188000220

188000221

188000222

188000223

188000224

188000225

198000101

198000102

198000103

198000104

198000105

198000106

198000107

198000108

198000109

198000110

198000111

198000112

198000113

198000114

198000115

198000116

198000117

198000118

198000119

198000120

198000121

198000122

198000123

198000124

198000125

198000126

198000127

198000128

198000129

198000130

238000021

238000022

238000023

238000024

238000025

238000026

238000027

238000028

238000029

238000030

238000091

238000092

238000093

238000094

238000095

238000096

238000097

238000098

238000099

238000100

238000101

238000102

238000103

238000104

238000105

238000106

238000107

238000108

238000109

238000110

238000111

238000112

238000113

238000114

238000115

238000116

238000117

238000118

238000119

238000120

238000121

238000122

238000123

238000124

238000125

238000126

238000127

238000128

238000129

238000130

238000131

238000132

238000133

238000134

238000135

news-1601